Bagaimana jika ada seorang yang memaki anda gila? apakah anda marah? yach boleh-boleh saja marah? tapi apakah anda tahu kalo orang jenius pun sebenarnya gila? Antara gila dan jenius, ternyata tipis batasnya. Tidak percaya? Lihatlah temuan pusat kajian ilmiah yang berbasis di Stockholm, Swedia, Karolinska Institute. Laporan tentang hasil studi yang 'menyamakan' si jenius dan si gila ini antara lain ditayangkan oleh laman jurnal ilmiah The Local.
Dalam laporan ini dikemukakan bahwa dalam banyak hal, proses kerja otak orang jenius memiliki kesamaan dengan otak orang sakit jiwa atau penderita scizofrenia. 'Kami sudah mempelajari otak manusia dan salah satu tipe
Baca Selengkapnya Disini : http://dunia-statistik.blogspot.com/2010/06/ilmuan-temukan-kesamaan-cara-kerja-otak.html#ixzz161O4udUVeseptor yang bernama dopamine. Di sini terlihat sistem dopamine orang yang sangat kreatif, sama dengan dopamine penderita scizofrenia,' kata Dr Fredrick Ullen, peneliti yang memimpin studi tersebut.
Penelitian ini, kata dia, menjadi bukti bahwa tidak ada batas yang jelas antara manusia jenius dan orang gila. Satu-satunya hal yang secara jelas membedakan di antara keduanya, kata dia, hanyalah kreativitas.
Sedangkan persamaan menonjol di antara otak orang gila dan orang jenius dalah keduanya sama-sama memiliki kemampuan yang rendah dalam memfilter informasi yang diterimanya. Kondisi tersebut, kata Ullen, membuka peluang yang sangat besar bagi munculnya
Baca Selengkapnya Disini : http://dunia-statistik.blogspot.com/2010/06/ilmuan-temukan-kesamaan-cara-kerja-otak.html#ixzz161OB3Y6ZBanyaknya informasi yang masuk tanpa melalui penyaringan, dinilainya, berpotensi menciptakan logika-logika baru yang sulit dimunculkan oleh otak manusia pada umumnya. 'Berpikir di luar kotak, bisa jadi terjadi karena kemampuan otak yang tidak utuh,' imbuh Ullen seperti dikutip The Local. Jadi, jika Anda disebut gila, bisa jadi sebenarnya Anda manusia jenius lho...
Baca Selengkapnya Disini : http://dunia-statistik.blogspot.com/2010/06/ilmuan-temukan-kesamaan-cara-kerja-otak.html#ixzz161OD8aNShttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOMrlzqQc-_dMIMFu-Mm29feCqL5BdKXCSwh3wdqwsx0l2miFlYIylfWUfqw4Rv0FlWsGqE1g2_zBWV2OA5arKKs7k7FDMr1P0Ak1JT3f9YigZO7EFGw_N6SSrpyaNtG7HW7EhuMebfRDv/s320/anak-jenius.jpg
0
komentar
Posted in
Knp sekarang ini kebanyakan manusia hanya bisa menilai tanpa sebab musabab ??
sekitar 2 bulan yang lalu · Laporkan
Tidak memikirkan nilai yg di beri datangnya dari mana,tidak jelas asalnya...
Berpikirlah sebelum berpendapat tentang sesuatu hal supaya pendapat anda tidak menimbulkan efek negatif...menimbulkan pertanyaan juga kenapa sekarang ini di Indonesia, masyarakatnya mudah sekali terprovokasi tanpa mengetahui permasalahan yang sebenarnya?? Mudah sekali terpancing emosinya tanpa mencari tahu persoalan sebenarnya??
sekitar 2 bulan yang lalu · Laporkanitulah mknya indonesia ini skrg kacau...
sekitar 2 bulan yang lalu · Laporkan
dan saya pikir penyebab dasarnya berawal dari dunia pendidikan yg telah di komersialisasi...
akibatnya apa ??
banyak orang bodoh yg gag tau apa2 duduk di kursi pemerintahan...
semua serba suap...
duduk di kursi pemerintahan krn suap...
lulus ujian krn suap...
bukan karena kompetensi personal yg bisa di pertanggung jawabkan...
akibatnya apa ??
lihatlah hasil kerja org2 paok...
taunya hanya menuntut...
gedung baru,gaji naik,tunjangan dll yg hanya utk kepentingan pribadi...
negara makin miskin,melarat dan parahnya dilecehkan oleh tetangga...pendidikan mungkin bukan satu2nya faktor.
sekitar 2 bulan yang lalu · Laporkan
Kita ambil contoh saja di amerika, negara yang hukumnya kuat. Disana juga banyak orang2 yang putus sekolah karena masalah dana...tapi tidak banyak orang2 nekad seperti di Indonesia ini. Di Amerika tidak banyak demo2 atau kerusuhan2...memang pengangguran tidak sebanyak di Indonesia. Tapi kalau dilihat dari kebiasaan mereka yang suka minum miras dan pergi ke club2 malam....tetap terkendali. Tidak ada yang menggunakan alasan miras sebagai akibat dari tindakan mereka atau hal semacam itu. Bisa seperti itu karena hukum yang kuat. Segala pelanggaran baik yang ringan atau yang berat ada hukumannya dan hukum tidak pandang bulu. Hukumannya pun menimbulkan efek jera dan membuat orang2 yang berpikir utk melakukan berpikir lagi sebelum melakukan. Jangankan bertindak dengan tindakan nyata...kalau kita hanya mengancam orang dengan perkataan kita, kita sudah bisa dituntut dan dipenjarakan.
Tapi kalau di Indonesia....banyak orang2 yang terlibat demo anarkis atau seperti kemaren yang trjadi di depan PN Jaksel, kebanyakan dari orang2 itu tidak ditangkap...hanya yang menyebabkan korban luka dan mati saja yang ditangkap dan dihukum. Seharusnya semua yang terlibat dihukum dengan hukuman berat dengan alasan mengganggu ketentraman umum.maaf mas...
sekitar 2 bulan yang lalu · Laporkan
tapi bagaimana kita bs memikirkan hukum kalau tidak memiliki pola berpikir yg baik ??
dan untuk itu hanya bisa dilakukan di dunia pendidikan dasar sampai tingkat lanjut untuk memiliki pola pikir yg baik n benar...
saya pikir indonesia ini sudah salah sejak penjajahan...
bayangkan mas...
setelah di jajah ratusan tahun baru melawan...
lihat anak2 sekolah yg sering tawuran,supporter olahraga,mahasiswa,kelompok2 suku...
bahkan banyak yg menjadikan tawuran itu seperti agenda...
kalau mereka mendapat pendidikan yg baik n benar mungkin hal itu tdk akan terjadi...
masih kecil saja sudah pegang batu atau golok untuk melukai orang...
sesudah gede ??
mau jadi apa manusia seperti itu...
kalaupun di provokasi saya pikir keributan tdk akan terjadi kalau masyarakat indonesia ini punya pola pikir yg baik n benar...tawuran anak sekolah atau supporter bola...atau tindakan kekerasan lainnya, sering timbul dan terjadi lagi karena tidak pernah ada hukuman bagi pelaku kericuhan tersebut. Seperti yang saya bilang, hanya yang menyebabkan kericuhan dan yang menyebabkan jatuhnya korban yang ditangkap. Yang lainnya hanya dijadikan saksi. Yang dianggap bersalah hanya yang menyebabkan kericuhan dan yang menyebabkan jatuhnya korban. Setelah berulang2 terjadi...maka terbentuk lah pola pikir bahwa boleh melakukan itu semua, tidak akan ada hukuman atau tindakan apa2 karena pelakunya banyak.
sekitar 2 bulan yang lalu · Laporkan
Kita ambil contoh tawuran anak sekolah. Seharusnya, semua yang terlibat tawuran ditangkap dan dihukum. Mungkin tidak usah hukuman penjara...bisa juga hukuman membersihkan jalan dari sampah2. Dan bila anak2 itu tertinggal pelajaran karena tidak bisa masuk sekolah karena hukuman yang harus mereka jalankan, maka itu sudah menjadi resiko mereka...dan kalau tidak naik kelas, resiko mereka juga. Mungkin dengan cara itu, mereka akan berpikir lagi utk melakukan hal yang sama, kapok...dan bagi yang lain, mungkin akan takut utk melakukan karena tidak mau mengalami nasib yang sama.
Semua itu didukung dengan pendidikan akan menjadi kombinasi yang sangat baik. Pola pikir yang benar dan hukum yang tegas....klop sekali dan pastinya akan mengurangi bentrokan2.nah itu dia mas...
sekitar 2 bulan yang lalu · Laporkan
saya pikir intinya dr yg mas sampaikan adalah "kesadaran"...
kesadaran itu ada dalam pikiran...Jika warga negara indonesia mempunyai pola fikir seperti mas-mas diatas tentunya indonesia akan lebih baik, namun bukan hanya diskusi saja yang kita butuhkan saat ini tapi tindak lanjut dari apa yang telah bahas bersama sehingga tidak hanya menjadi sebuah pembahasan belaka. Saat ini indonesia juga sedang krisis kepercayaan dan kesatuan , jika kita sudah mulai gampang di pecah belahkan seperti zaman penjajahan belanda maka kita akan kembali lagi ke zaman penjajahan namun dengan konsep yang berbeda.
sekitar 2 bulan yang lalu · Laporkan
attitude is everything!
0
komentar
Posted in
Sering kita mendengar nasehat dari orangtua atau guru yang mengatakan, kalau kita mau berbuat sesuatu, lebih baik dipikirkan dahulu, agar tidak menyesal di kemudian hari. Suatu nasihat yang sederhana. Namun pernahkan kita merenung apa makna sebenarnya dari kalimat tersebut?
Secara mudahnya mungkin sebagian dari kita akan menganggap bahwa maknanya adalah jika mau bertindak, kita harus merencanakan dan berpikir terlebih dulu pertimbangan baik atau buruknya. Memang benar, tapi apakah sesederhana itu?
Mari kita renungkan lagi apa yang menjadi inti dalam kalimat nasihat itu…
“Kalau mau berbuat sesuatu, lebih baik dipikirkan dahulu…”
Bukankah penekanannya ada pada sebuah anjuran agar kita berpikir? Inti kalimat tersebut adalah pikir. Kita diminta untuk berpikir!
Mengapa? Seberapa besarkan pengaruh pikiran dalam tindakan kita?
Apa itu pikiran?
Mengapa sedemikian kuatnya pikiran itu sehingga banyak orang yang berpendapat bahwa hanya dengan mengarahkan pikiran maka kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan?
Mengapa kita harus focus agar bisa berhasil mewujudkan apa yang kita pikirkan?
Bagaimana dengan pengalaman orang-orang yang telah berhasil menguasai pikiran mereka sehingga mereka dapat menjadi bintang dalam pekerjaannya?
Jawabannya mungkin ada pada pepatah ini..
What you think is what you do, What you do is what you get.
Apa yang engkau pikirkan adalah apa yang engkau lakukan dan apa yang engkau lakukan adalah apa yang engkau dapatkan. Dengan kata lain, pikiran yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik dan pikiran yang buruk akan menghasilkan yang sesuatu yang buruk pula. Ternyata pikiran itu sangat berpengaruh pada kehidupan seseorang.
Bahkan, seseorang yang baru saja dinobatkan oleh pemirsa televisi menjadi yang terbaik di dunia Magic Indonesia, mengatakan bahwa dengan pikiran, kita dapat melakukan sesuatu yang tidak mungkin.
Subhanallah...
Ternyata itulah kekuatan pikiran.
Dan istimewanya lagi, diantara semua mahluk ciptaanNya, hanya manusia yang diberi karunia berupa kemampuan untuk berpikir oleh Allah. Hewan hanya diberikan intuisi tapi mereka sesungguhnya tidak bisa berpikir, sehingga akhirnya hewan tidak mengetahui akibat perbuatannya. Mereka hanya bertindak sesuai dengan intuisi yang mereka miliki. Berbeda dengan manusia, yang merupakan makhluk Tuhan dengan kemampuan dapat mempertimbangkan segala sesuatu dengan pikirannya, sehingga bila kemampuan berpikirnya dipergunakan dengan baik, seharusnya manusia dapat menghindarkan diri dari hal-hal yang negatif.
Jadi, berarti pikiran lebih dari sekedar hasil dari logika atau otak semata. Pikiran adalah sebuah produk gabungan dari logika, akal dan rasa. Untuk menghasilkan sebuah pikiran biasanya seseorang memerlukan waktu untuk berpikir. Setelah ditimbang-timbang, dirasa-rasa, baru kemudian diputuskan akan melakukan apa. Tak hanya itu, pikiran juga adalah energi atau gelombang otak dan jiwa yang telah diproses terlebih dahulu didalam hati. Bahkan banyak pula yang mengungkapkan, bahwa pikiran adalah energi yang kita berikan kepada alam dan akan langsung direspon oleh alam sekitar.
Banyak teori tentang definisi pikiran, namun yang harus kita lakukan adalah bagaimana menjaga pikiran ini agar tetap positif dan menimbulkan rasa nyaman didalam hati ketika kita melakukan sesuatu. Apabila dalam bertindak ada perasaan yang membuat hati kita tidak enak dan tidak nyaman, berarti kita harus segera memeriksa pikiran kita, mungkin ada yang salah. Bila sewaktu-waktu pikiran itu kemudian bergerak liar kemana-mana maka apabila tidak kita kendalikan, tentu lama kelamaan kita tak dapat membendungnya. Dan pikiran yang tak dikendalikan pada akhirnya akan membuat kita bertindak di luar kendali pula. Tapi untunglah, kita diberi kemampuan untuk dapat memilah pikiran kita, mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang berguna dan mana yang tidak, mana yang paling kita perlukan dan butuhkan untuk menunjang tindakan selanjutnya dan mana yang tidak kita perlukan.
Dengan demikian, wajar apabila orang tua menasehati anak-anaknya agar berpikir dahulu sebelum bertindak. Karena ternyata sedemikian besarnya pengaruh yang dibuat oleh pikiran. Tugas kita sekarang, sebagai raja atas pikiran kita sendiri, adalah bagaimana agar setiap menit, bahkan setiap detik dalam hidup, kita isi dengan pikiran-pikiran positif yang membawa perasaan positif. Sekecil atau seremeh apapun pikiran itu, tetap harus kita jaga. Karena bila kita salah dalam berpikir, maka kemungkinan akan salah pula tindakan yang akan kita lakukan.
Jadi, pikir dahulu sebelum bertindak!
0
komentar
Posted in
Sekolah telah menyediakan serangkaian materi untuk mendidik seorang anak
hingga dewasa termasuk perkembangan dirinya. Namun, tanggung jawab pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah. Kunci menuju pendidikan yang baik adalah keterlibatan orang dewasa yaitu orang-tua yang penuh perhatian. Jika orang-tua terlibat langsung dalam pendidikan anak-anak di sekolah, maka prestasi anak tersebut akan meningkat. Setiap siswa yang berprestasi dan berhasil menamatkan pendidikan dengan hasil baik selalu memiliki orang-tua yang selalu bersikap mendukung. Apa yang dapat dilakukan oleh orang-tua bagi anaknya setelah mereka memasuki pendidikan di sekolah? Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orang-tua agar anaknya dapat berprestasi di sekolah.
Dukungan Orang-Tua
Orang-tua sebaiknya memberi perhatian kepada anak-anak mereka dan menanamkan kepada mereka nilai dan tujuan pendidikan. Mereka juga berupaya mengetahui perkembangan anak mereka di sekolah. Caranya adalah dengan berkunjung ke sekolah untuk melihat situasi dan lingkungan pendidikan di sekolah. Menaruh minat terhadap aktivitas sekolah akan secara langsung mempengaruhi pendidikan anak Anda.
Kerja Sama dengan Guru
Biasanya apabila timbul masalah-masalah gawat, barulah beberapa orang-tua menghubungi guru anak-anak mereka. Sebaiknya, orang-tua perlu mengenal guru di sekolah dan menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Berkomunikasilah dengan guru untuk perkembangan anak Anda. Guru juga perlu diberitahu bahwa Anda memandang penting pendidikan anak Anda di sekolah sebagai bagian kehidupannya. Ini akan membuat guru lebih memperhatikan anak Anda. Hadirilah pertemuan orang-tua murid dan guru yang diselenggarakan oleh sekolah. Pada pertemuan ini, Anda memiliki kesempatan untuk mengetahui prestasi akademis anak Anda serta perkembangan anak Anda di sekolah.
Jika seorang guru mengatakan hal yang buruk mengenai anak Anda, dengarkan guru tersebut dengan penuh respek, dan selidiki apa yang ia katakan. Anda juga dapat menanyai guru-guru di sekolah mengenai prestasi, sikap, dan kehadiran anak di sekolah. Jika seorang anak sering bermuka dua, maka penjelasan dari guru bisa jadi mengungkap hal-hal yang disembunyikan anak Anda saat bersikap manis di rumah.
Kerja Sama dengan Guru
Biasanya apabila timbul masalah-masalah gawat, barulah beberapa orang-tua menghubungi guru anak-anak mereka. Sebaiknya, orang-tua perlu mengenal guru di sekolah dan menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Berkomunikasilah dengan guru untuk perkembangan anak Anda. Guru juga perlu diberitahu bahwa Anda memandang penting pendidikan anak Anda di sekolah sebagai bagian kehidupannya. Ini akan membuat guru lebih memperhatikan anak Anda. Hadirilah pertemuan orang-tua murid dan guru yang diselenggarakan oleh sekolah. Pada pertemuan ini, Anda memiliki kesempatan untuk mengetahui prestasi akademis anak Anda serta perkembangan anak Anda di sekolah.
Jika seorang guru mengatakan hal yang buruk mengenai anak Anda, dengarkan guru tersebut dengan penuh respek, dan selidiki apa yang ia katakan. Anda juga dapat menanyai guru-guru di sekolah mengenai prestasi, sikap, dan kehadiran anak di sekolah. Jika seorang anak sering bermuka dua, maka penjelasan dari guru bisa jadi mengungkap hal-hal yang disembunyikan anak Anda saat bersikap manis di rumah.
Sediakan waktu untuk anak
Selalu sediakan waktu yang cukup banyak bagi anak Anda. Jika anak pulang sekolah, umumnya mereka cukup stres dengan beban pekerjaan rumah, ulangan, maupun problem lainnya. Sungguh ideal jika orang-tua misalnya seorang ibu berada di rumah pada saat anak-anak di rumah. Seorang anak akan senang bercerita ketika pulang sekolah seraya mengeluarkan semua keluhan dan bebannya kepada orang-tua. Bisa jadi mereka mulai menceritakan teman-temannya yang nakal yang mulai menawari rokok dan narkoba. Anda bisa segera tanggap dengan hal tersebut jika Anda menyediakan waktu bagi anak-anak Anda.
Awasi kegiatan belajar di rumah
Tunjukkan Anda berminat pada pendidikan anak Anda. Pastikan anak-anak Anda sudah mengerjakan pekerjaan rumah (PR) mereka. Wajibkan diri Anda untuk mempelajari sesuatu bersama anak-anak Anda. Membacalah bersama-sama mereka. Jangan lupa jadwalkan waktu setiap hari untuk memeriksa pekerjaan rumah anak Anda. Kendalikan waktu menonton TV, Internet dan bermain game dari anak-anak Anda.
Ajari tanggung jawab
Sekolah umumnya akan memberi banyak tugas untuk dipersiapkan anak di rumah dan di sekolah. Apakah mereka mengerjakan tugas-tugas itu dengan benar dan baik? Seorang anak dapat bertanggung jawab mengerjakan tugas mereka di sekolah jika Anda telah mengajar mereka untuk mengerjakan tanggung jawab di rumah. Cobalah mulai memberikan anak Anda pekerjaan rumah tangga rutin setiap hari seperti membersihkan tempat tidur sendiri menurut jadwal yang spesifik. Pelatihan di rumah seperti itu akan membutuhkan banyak upaya di pihak Anda karena perlu diawasi. Tetapi hal itu akan mengajar anak Anda rasa tanggung jawab yang mereka butuhkan agar berhasil di sekolah dan di kemudian hari dalam kehidupan.
Disiplin
Jalankan disiplin dengan tegas namun dengan penuh kasih sayang. Jika Anda selalu menuruti keinginan anak, maka mereka akan menjadi manja dan tidak bertanggung jawab. Problem lain bisa muncul jika Anda terlalu memanjakan anak Anda seperti seks remaja, narkoba, prestasi yang buruk, dan masalah lainnya.
Kesehatan
Jaga kesehatan anak Anda agar prestasi belajarnya tidak terganggu. Buat jadwal tidur yang cukup untuk anak Anda. Anak-anak yang kelelahan tidak dapat belajar dengan baik. Lalu hindari makanan seperti junk food, karena selain menyebabkan problem obesitas, juga mendatangkan pengaruh yang buruk terhadap kesanggupannya untuk berkonsentrasi.
Jadi teman terbaik
Jadilah teman terbaik bagi anak Anda. Luangkan waktu untuk berbagi berbagai hal dengan mereka. Seorang anak membutuhkan semua teman yang matang yang bisa ia dapatkan.
Sebagai orang-tua, Anda dapat menghindari banyak problem dan kekhawatiran atas pendidikan anak Anda dengan mengingat bahwa kerja sama yang sukses dibangun di atas komunikasi yang baik. Kerja sama yang baik dengan para pendidik di sekolah juga dapat membantu melindungi anak Anda.
Sebagai orang-tua, Anda dapat menghindari banyak problem dan kekhawatiran atas pendidikan anak Anda dengan mengingat bahwa kerja sama yang sukses dibangun di atas komunikasi yang baik. Kerja sama yang baik dengan para pendidik di sekolah juga dapat membantu melindungi anak Anda.
1 komentar
Posted in
Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit. Penyebabnya macam-macam, bisa karena sedang patah hati, sakit secara fisik, bokek alias tidak punya uang, dan semacamnya. Pada saat-saat seperti itu, bisa jadi orang mengalami frustrasi, depresi, dan ekstremnya, mencoba bunuh diri.
Mudah-mudahan Anda tidak usah seperti itu. Coba tip di bawah ini untuk menemukan kembali semangat diri.
1. Ayunkan tubuh dan bernyanyi
Pasang musik favorit, terutama yang berirama disko atau dance. Sambil bergoyang, Anda juga bisa ikut menyanyi.
2. Tersenyum
Tersenyum bisa ‘mengakali’ otak. Maksudnya, karena otot-otot Anda memaksakan senyum, otak akan berpikir bahwa Anda sedang senang.
3. Habiskan waktu dengan orang-orang tercinta
Ada orang yang senang kongkow dengan teman-temannya, ada juga yang senang bermain dengan anak-anak kecil. Terserah yang mana pilihan Anda, yang jelas pilihan kedua amat menyenangkan. Bayangkan Anda mencubit pipi seorang bocah, menyaksikan keriangannya menjilat es krim, bermain di kolam renang, atau melakukan apa pun. Percayalah, keriangan anak-anak akan menular pada Anda.
4. Hadiahi diri Anda sendiri
Kalau ada pekerjaan yang tidak Anda sukai, jangan ditunda. Segera kerjakan, supaya setelah itu usai, Anda bisa memberi kado bagi diri Anda sendiri. Hadiahnya tak usah mahal-mahal amat, bisa berupa memanjakan diri di spa atau salon, berendam di kamar mandi, membaca majalah atau buku, atau tak melakukan apa pun sambil mengunyah dua keping cokelat.
5. Bersihkan sekeliling Anda
Keadaan yang kacau balau memang bikin dada sesak. Karena itu, bebenahlah. Biarkan segala sesuatu berada di tempat yang seharusnya. Seni kuno Feng Shui menyebutkan bahwa mengenyahkan kekacaubalauan di suatu tempat berarti akan mengusir energi negatif dari sana. Cobalah.
6. Lakukan tindakan
Bila ada sesuatu yang membuat Anda cemas, entah itu kesehatan, pekerjaan, atau kehidupan rumah tangga, lakukan sesuatu. Jangan biarkan suatu masalah menjadi berlarut-larut, menggerogoti kebahagiaan Anda, dan ‘menikam’ apa yang seharusnya Anda peroleh.
7. Berpikir positif
Para konsultan psikologis tak akan pernah bosan menghadiahi kedua kata ini. Sebab, ujung-ujungnya, segala masalah bisa terasa lebih ringan kalau Anda selalu berusaha berpikir positif.
8. Jadi orang yang kreatif
Kalau cuma duduk melamun sambil mengeluh bahwa dunia ini tidak adil, sudah jelas dunia ini memang ‘terasa’ tidak adil. Anda tidak punya kesibukan, sih. Cari sesuatu yang menyibukkan diri, seperti mengerjakan pekerjaan tangan, memasak, berkebun, meredekorasi rumah, dan sebagainya.
9. Menulis
Banyak ahli setuju bahwa menulis dapat menghilangkan stres. Cobalah dengan menuangkan apa yang Anda alami ke dalam selembar kertas. Anda akan kaget melihat hasilnya.
10. Berolahraga
Manfaat olahraga pasti sudah Anda ketahui. Tapi, melakukannya ketika Anda sedang sedih, bisa jadi membawa kegunaan lain. Di antaranya adalah, membuat Anda lupa masalah, dan membawa semangat baru.
0
komentar
Posted in
Rasulullah s.a.w bersabda: Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umatku terdahulu, iaitu penyakit sombong, kufur nikmat, dan lupa diri dalam memperoleh harta dan bermegah-megah dengan harta. Mereka terjurumus dalam jurang kemenangan dunia, saling bermusuhan, saling iri dengki dan dendam sehingga melakukan kezaliman.
(Hadith Riwayat Al-Haakim)
Semoga Allah melindungi kita dari musibah ini… aamiin
1 komentar
Posted in
Apakah Anda punya sahabat? Ya, setiap manusia tentu punya sahabat. Punya tempat untuk mencurahkan isi hati atau bertukar pikiran. Keberadaan sahabat memang dibutuhkan, terlebih kerelaannya untuk mengambil resiko dalam memberikan solusi terhadap apa yang diutarakan. Seperti kata mutiara untuk sahabat yang pernah dikatakan Emerson, “seorang sahabat dapat dianggap karya alam yang paling utama”.
Sahabat yang baik, bukan hanya sekadar untuk memberikan tanggapan terhadap segala apa yang utarakan. Tapi sahabat yang baik adalah sahabat yang mau berkorban. Sahabat yang tak pernah menilai dengan uang atau harta. Ia ibarat matahari yang mampu memberikan sinaran yang terang. Ia selalu berkata jujur dan dapat berkata benar. Artinya, dia tidak hanya mengamini segala apa yang Anda katakan. Hamka pernah mengucapkan kata mutiara untuk sahabat, “Sahabat sejati adalah orang yang dapat berkata benar denganmu dan bukan orang yang membenarkan kata-katamu.”
Apa yang dikatakan Hamka di atas sangat jelas menunjukkan bahwa keberadaan sahabat akan meningkatkan rasa kebahagiaan dan kebaikan. Pasalnya, apa pun hal yang terjadi bisa berbagi dengan sahabat. Sahabat benar-benar telah menjelma dalam kata mutiara yang dituturkan Franci Bacon, “Sahabat-sahabat itu adalah pencuri waktu”. Kenapa dikatakan pencuri? Karena Anda menyisihkan waktu yang ada untuk berbagi dengannya. Padahal, Anda memiliki aktivitas yang harus Anda kerjakan di saat itu juga.
Meski demikian, setiap manusia harus mempunyai sahabat. Karena sahabat yang berperan untuk melengkapi hidup kita. Sahabatlah yang membantu kita. Sahabat pula yang siap berkorban demi kita. Sahabatlah yang selalu jujur dan pemaaf. Tak salah lagi, bila Umar bin Khattab menetaskan kata mutiara untuk memilih sahabat dengan mengatakan, “Carilah sahabat yang jujur. Dengan demikian Anda akan terpelihara dari bahaya dan sahabatlah tempat kembali Anda ketika datang bencana.”
Intinya, jangan sampai Anda mempunyai sahabat tapi bukan untuk selamanya. Milikilah sahabat yang selalu berperan untuk Anda, karena ia sangat memahami keterbatasan kita. Jangan sampai Anda memiliki sahabat seperti apa yang dikatakan Buddha, “Sahabat kemarin adalah musuh hari ini. Musuh kemarin adalah sahabat hari ini.” Seharusnya Anda memiliki sahabat itu seperti kata mutiara yang dikatakan Lukman al-Hakim, “Seribu orang sahabat sangat sedikit, tetapi seorang musuh sudah terlalu banyak.”
Karena itu, peganglah dengan erat kata-kata mutiara untuk sahabat yang dikatakan oleh para tokoh di atas. Kata-kata mutiara yang mereka lontarkan merupakan petunjuk untuk Anda dalam menemukan sahabatsejati.




